Bertempat di gedung Gereja Efrata Jemaat GPM Pandan Kasturi Tantui, Kamis (10/04/2025) 47 orang calon anggota sidi GPM di Jemaat Pandan Kasturi mengikuti malam pembedahan. Kegiatan yang berlangsung sejak Pkl. 18.00 s.d. Pkl. 23.00 Wit dipimpin langsung oleh Pdt. A. D. Toisuta, S.Th didampingi majelis Jemaat.

Kegiatan dimaksud memiliki esensi dasar dan tujuan pelaksanaannya yang berdampak kepada calon anggota sidi GPM yakni, sebagai bentuk penguatan kualitas sebagai anggota GPM, pengenalan dan pemahaman terhadap diri sendiri, kemampuan beradaptasi dan mengantisipasi terhadap ancaman tantangan zaman dalam praktek hidup keseharian, memberikan penguatan terhadap pemahaman, motivasi disertai penyadaran diri bagi kepentingan tanggungjawab terhadap fungsinya sebagai anggota sidi GPM dalam menjalankan fungsi dan peran pelayanan nantinya setelah diteguhkan, memperkuat rasa keterpanggilan secara pribadi sebagai saksi-saksi Yesus Kristus yang hidup, serta terpenting pula sebagai media mempersiapkan para calon anggota sidi GPM baik secara jasmani dan rohaninya secara teologis menghadapi peneguhan sidi saatnya di Minggu, 13 April 2025.


Malam pembedahan adalah malam penuh refleksi dan pembentukan iman setiap siswa katekisasi, dimana mereka diajak untuk merenungkan perjalanan spiritual mereka, menguji pemahaman dan memperdalam komitmen kepada Tuhan. sebuah langkah penting sebelum ada dalam pengakuan iman sebagai anggota sidi gereja.


Sejak dimulainya kegiatan dimaksud, diawali dengan prosesi doa pembukaan oleh pendeta disertai arahan dan penjelasan terkait kegiatan yang dilakukan dilanjutkan dengan puji-pujian secara bersama. Setelah itu, pembagian kelompok dilakukan secara serempak dimana para calon anggota sidi GPM dibagikan 4 s.d. 5 orang pada tiap kelompok didampingi oleh seorang Majelis Jemaat. Di masing-masing kelompok inilah substansi dari tujuan kegiatan ini dicakapkan serius dari masing-masing pribadi dipandu langsung oleh majelis pendamping. Selanjutnya selesai melangsungkan percakapan di masing-masing kelompok, kembali secara bersama ada dalam prosesi meditasi secara kolektif.


Kegiatan ini terkesan memberikan makna mendalam terhadap harapan mewartakan Kristus yang tersalib bagi 47 orang dimaksud kedepannya, terlihat dari suasana keheningan selama kegiatan berlangsung dengan menggunakan busana berwarna hitam sambil memegang lambang salib berwarna putih oleh masing-masing mereka disertai cahaya lilin teratur rapi berbentuk salib di lantai gereja menerangi kegelapan di sekitar. Seluruh rangkaian ini diikuti dengan penuh keharuan oleh setiap mereka. Kegiatan ini berakhir ditandai dengan proses doa penutup secara bersama.

Get 30% off your first purchase

X