Kisah Para Rasul 18 : 18 – 23
Rumah Tangga Sebagai Alat Menopang Misi Tuhan
Aquila dan Priskila adalah pasangan suami istri sekaligus rekan kerja dan sahabat yang setia menemani Rasul Paulus dalam melakukan tugas memberitakan injil. Mereka sungguh-sungguh telah memberikan kehidupan pribadi dan keluarganya, pekerjaannya menjadi ruang persekutuan dan tugas- tugas pengutusan. Ketika Paulus tiba di Efesus dan memulai diskusi di rumah ibadat, jemaat di sana memintanya untuk tinggal lebih lama, namun Paulus menolak. Ia berkata, “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya.” Paulus tidak didorong oleh “perasaan tidak enak” kepada orang lain, melainkan oleh kehendak Tuhan. Ia tahu kapan harus tinggal dan kapan harus pergi. Ia meninggalkan Akwila dan Priskila di sana. Ini adalah strategi misi yang baik. Paulus tidak menjadi “pusat” dari segala sesuatu. Ia melatih orang lain agar pekerjaan Tuhan tetap berjalan meski dia tidak ada.Adalah sukacita besar saat rumah tangga kita tidak sekedar dijadikan sebagai tempat kumpul keluarga namun sukacita itu akan menjadi sempurna saat rumah tangga kita dijadikan sebagai ruang persekutuan dan pengutusan misi Kristus. Tempat di mana kita mengkaderkan anak-anak kita untuk melanjutkan misi pelayanan ke depan.
Doa : Ya Tuhan, jadikanlah rumah tangga kami alat untuk menopang misi Tuhan. Amin
