Kisah Para Rasul 18 : 1 – 8
Rumah Tangga Tempat Persemaian Injil
Ketika Paulus tiba di Korintus, ia bertemu dengan Akwila dan Priskila. Menariknya, titik temu mereka bukan hanya karena panggilan pelayanan, tetapi juga sama-sama kerja: Mereka semua tukang kemah. Rumah tangga Akwila dan Priskila menjadi ruang kerja sekaligus ruang kesaksian. Ketika paulus setia mengajar di rumah ibadat, ia menghadapi penolakan keras dan hujatan, namun ia tidak berhenti. Paulus kemudian menumpang di rumah Titius Yustus, seorang yang takut akan Allah, yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat. Hasilnya luar biasa: Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya, ia beserta dengan seluruh seisi rumahnya. Dalam budaya Alkitab, ketika kepala keluarga percaya, seluruh ekosistem rumah tangga (keluarga, hamba, sahabat) ikut terpapar kebenaran. Rumah Yustus menjadi basis misi Kerajaan Allah yang strategis. Hal ini mau menegaskan bahwa Gereja rumah tangga adalah basis atau tempat di mana nilai-nilai iman, karakter dan moral diajarkan dan dipraketkkan dalam keseharian hidup. Mari jadikan rumah tangga, keluarga kita tempat dimana Injil Kristus dihidupi dan disaksikan agar orang lain pun dapat menikmati anugerah keselamatan dari Tuhan.
Doa : Ya Tuhan, jadikanlah rumah tangga kami ladang Injil dan berbias keluar bagi kemuliaan namaMu. Amin
