Ulangan 6 : 1 – 9

Tulis dan Perkatakanlah Pengajaran Tuhan!

Dalam Ulangan 6:1–9, Tuhan menegaskan bahwa iman tidak hanya diajarkan di tempat ibadah, tetapi terutama dihidupi di rumah. Kata “mendengarkan” diulang untuk menekankan pentingnya membuka hati terhadap firman Tuhan dan kesiapan untuk taat. Pengajaran itu dilakukan setiap hari: saat duduk di rumah, dalam perjalanan, ketika berbaring, dan saat bangun. Pola yang sederhana namun konsisten ini menanamkan iman yang kuat dalam hati anak-anak. Hasilnya adalah kebaikan, “supaya baik keadaanmu.” Kesetiaan kepada Tuhan membawa damai dalam rumah, relasi yang semakin erat, keputusan yang lebih bijaksana, dan anak-anak yang bertumbuh dengan arah hidup yang benar. Kebaikan ini mungkin tidak selalu instan, tetapi nyata dalam proses pemeliharaan Tuhan yang setia. Dampaknya pun meluas ke sekitar: tetangga merasakan damai dan lingkungan melihat terang dari keteladanan keluarga. Firman yang diikat pada tangan, menjadi lambang di dahi, dan ditulis pada tiang pintu menggambarkan totalitas hidup. Firman mengarahkan tindakan, membentuk pikiran, dan menjadi identitas rumah. Dengan demikian, ajaran Tuhan harus melekat dalam pikiran, sikap, dan budaya keluarga setiap hari.

Doa : Tuhan, tolonglah kami untuk membangun rumah tangga kami dengan hikmat-Mu. Amin

Get 30% off your first purchase

X