Amsal 10 : 1
Anak Yang Bijak
Amsal 10:1 memperlihatkan hubungan yang sangat erat antara perilaku anak dan kebahagiaan orang tua. Hikmat bukan hanya soal kepintaran, tetapi tentang karakter dan pilihan hidup. Seorang anak disebut bijak ketika ia hidup dengan sikap hormat, tanggung jawab, dan takut akan Tuhan. Sebaliknya, kebebalan bukan sekadar kesalahan kecil, melainkan pola hidup yang tidak peduli pada nasihat dan kebenaran. Nama baik keluarga tidak dibangun oleh kekayaan atau jabatan, melainkan oleh perilaku sehari-hari. Ketika seorang anak berkata jujur, menghormati orang yang lebih tua, menjaga pergaulan, dan bersikap sopan, ia sedang mengangkat martabat keluarganya. Orang tua mungkin tidak selalu hadir di setiap tempat, tetapi sikap anak menjadi cerminan didikan rumah. Di era digital saat ini, menjaga nama baik keluarga juga berarti bijak dalam menggunakan media sosial. Apa yang ditulis, dibagikan, dan dikomentari dapat memengaruhi cara orang memandang keluarga. Amsal ini juga mengingatkan orang tua bahwa sukacita terbesar bukanlah prestasi akademik semata, melainkan karakter yang benar. Anak yang bijak memberi penghiburan karena ia menjadi tanda bahwa nilai-nilai iman dan moral yang ditanamkan tidak sia-sia.
Doa : Bentuklah anak-anak kami dengan kuasa Roh Kudus-Mu, ya Tuhan. Amin
