1 Raja-Raja 19: 9 – 18
Perjuanganmu Belum Selesai, Aku Bersamamu
Melanjutkan kisah Elia, bagian ini (1 Raja-raja 19:9-18) adalah momen ketika Tuhan memulihkan perspektif Elia yang sedang terganggu oleh rasa takut dan kesepian. Tuhan menyapa Elia dengan pertanyaan, “Apakah kerjamu di sini, Elia?” (Ayat 9). Tuhan tahu persis mengapa Elia di sana, tetapi Dia ingin Elia mencurahkan isi hatinya. Elia merasa dia adalah satu-satunya orang setia yang tersisa. Seringkali saat kita stres, pandangan kita menjadi sempit. Kita merasa menjadi “satu-satunya” yang menderita atau yang berjuang. Tuhan membiarkan kita bicara agar kita sadar bahwa perasaan kita tidak selalu mewakili seluruh kebenaran. Setelah itu, Elia menantikan Tuhan dalam fenomena alam yang dahsyat: angin besar, gempa bumi, dan api. Namun, Alkitab mencatat bahwa Tuhan tidak ada di sana. Tuhan justru hadir dalam “bunyi angin sepoi-sepoi basa” (suara yang lembut dan halus). Setelah memulihkan jiwa Elia, Tuhan tidak membiarkannya tinggal di gua. Tuhan memberikan instruksi spesifik: mengurapi Hasael, Yehu, dan Elisa. Tuhan juga mengoreksi kekeliruan Elia dengan menyatakan bahwa masih ada 7.000 orang di Israel yang tidak sujud menyembah Baal. Dari sini kita belajar pemulihan seringkali datang saat kita mulai melangkah kembali untuk melayani orang lain. Jika hari ini kita merasa pelayanan atau hidup kita sia-sia, dengarlah bisikan lembut Tuhan: Perjuanganmu belum selesai, dan Aku bersamamu.
Doa: Tuhan, pulihkanlah semangat kami untuk kembali berjalan menyelesaikan tugas yang Engkau percayakan, Amin.
