2 Korintus 4: 8 – 10
Kristus Hadir dalam Pergumulan Rumah Tangga
Tuhan mengetahui segala yang terjadi di dunia dan memahami setiap pergumulan umat-Nya. Namun sering kali manusia melupakan Tuhan ketika panik atau bingung menghadapi masalah. Rasul Paulus pun pernah mengalami tekanan, keraguan, dan ketidakpastian dalam pelayanannya. Dalam 2 Korintus 4:8 ia berkata, “Kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Paulus merasakan kebingungan dan kelemahan, tetapi tidak sampai kehilangan pengharapan. Ia percaya bahwa Tuhan tetap menyertainya. Pengalaman Paulus serupa dengan yang sering kita alami. Kita bisa merasa buntu, ragu, bahkan bertanya mengapa Tuhan mengizinkan hal buruk terjadi atau apakah orang yang kita kasihi akan tetap setia dalam iman. Firman Tuhan menegaskan bahwa kesulitan bukan tanda Tuhan meninggalkan kita. Tuhan tidak menciptakan penderitaan, tetapi Ia mengizinkan pergumulan terjadi agar kita semakin bergantung dan berseru kepada-Nya. Melalui pertolongan dan keselamatan yang Ia berikan, kita belajar memuliakan nama Tuhan. Dalam setiap tekanan hidup, pengharapan kepada-Nya membuat kita tetap berdiri dan tidak putus asa.
Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersyukur dan berdoa dalam keadaan apapun. Amin.
