Awal Mula

Posisi Pandan Kasturi yang dekat dengan pusat kota Ambon sangat strategis untuk ditempati. Karena itu seiring dengan pertambahan penduduk  dan perluasan wilayah pemukiman dalam kurun waktu tahun 1955-1968, di sekitar wilayah Pandan Kasturi yang berada dalam petuanan Negeri Hative Kecil  terbentuk beberapa perkampungan penduduk yang baru. Perkampungan atau pemukiman baru yang terbentuk antara lain : Kampung Kisar, Kampung Jawa, Kapahaha, termasuk  Asrama Brimob di Tantui, yang dihuni oleh anggota Mobrig/Brimob yang sebelumnya menempati Asrama Polisi Passo (sekarang SPN). Karena itu sejarah Jemaat GPM Pandan Kasturi  tidak dapat dilepaspisahkan dari keberadaan masyarakat di Negeri Hative Kecil dan berhubungan erat dengan  Jemaat GPM Galala-Hative Kecil.  Sejalan dengan dinamika kehidupan masyarakat yang berkembang ini, maka  Jemaat GPM Galala-Hative Kecil yang secara teritorial berada di Negeri Hative Kecil memiliki tanggung jawab untuk melayani umat yang tersebar di wilayah Pandan Kasturi. Orang Kristen yang berdomisili di wilayah Pandan Kasturi pun secara rutin mengambil bagian dalam pelayanan kebaktian di gedung gereja Imanuel Galala-Hative Kecil. Jemaat GPM Galala-Hative Kecil kemudian membentuk 2 weyk pelayanan di wilayah Pandan Kasturi yaitu : Weyk Asrama Brimob/Kompleks 48, dan Weyk Kampung Jawa dan Kampung Kisar. Pelayanan kebaktian dan pelayanan SMTPI mulai diselenggarakan, termasuk perayaan Natal.  Majelis Jemaat GPM Galala-Hative Kecil  kemudian menempatkan beberapa orang  pelayan untuk melayani umat yang berada di Kampung Kisar, Kampung Jawa, Kapahaha dan Asrama Brimob Resimen X. Pelayan yang ditempatkan itu antara lain : 1. Bapak Persulessy, 2. Bapak Aponno, 3. Bapak Keppy dan 4. Bapak Wattilete. Penghentar Jemaat GPM Galala-Hative Kecil saat itu, seringkali berkunjung dan melayani anggota jemaat, termasuk anggota Brimob. Umat yang saat itu membutuhkan pelayanan Baptisan, Sidi dan Nikah dilayani di gedung gereja Imanuel Galala-Hative Kecil.

Pembangunan Gedung Gereja

Berawal dari peristiwa yang dialami Bapak Sambiran dan Istri dalam kebaktian Perjamuan Kudus pada bulan Oktober tahun 1967 di Gedung Gereja Imanuel Galala Hative Kecil,  rencana Tuhan untuk Jemaat GPM Pandan Kasturi mulai bersemi.  Bapak Sambiran dan Istri  yang berasal dari luar Maluku, tidak mengetahui bahwa  kadangkala pada beberapa jemaat di Ambon, ada warga jemaat yang mengklaim tempat duduk dalam gedung gereja sebagai miliknya, dan orang lain tidak boleh mengunakan tempat duduk  itu saat kebaktian. Karena itu ketika Bapak Sambiran yang adalah  Komandan Kompi 5148 – Resimen X, dan Ibu Sambiran yang adalah seorang guru SD di Tanah Tinggi, sudah mengambil tempat dalam kebaktian Perjamuan Kudus di gedung gereja, lalu ada seorang Ibu datang dan mengomeli mereka, lantaran sudah menempati kursinya, merasa sangat terganggu dan tersinggung. Atas ketidaknyaman ini, selesai kebaktian Majelis Jemaat GPM Galala-Hative Kecil meminta maaf kepada Bapak Sambiran dan Ibu Sambiran. Namun hal itu tidak menghalangi Bapak Sambiran untuk menyampaikan peristiwa itu, pada hari itu juga kepada kepada Komandan Resimen X, Ajun Komisaris Besar Polisi, M. Satoto. Setelah mendengar peristiwa yang dialami Bapak Sambiran dan Istri  itu, maka dalam apel pagi bagi Anggota Brimob Resimen X dan Kompi 5148 di halaman Kantor Brimob (sekarang rumah Jabatan Kapolda Maluku), Komandan Resimen X, AKBP M. Satoto yang adalah seorang Muslim, dalam amanatnya menyatakan bahwa, “Setiap penganut agama dapat berusaha membangun dan menyediakan tempat ibadah bagi umat dan pemeluk agamanya.” Merespons pernyataan Komandan Resimen X Brimob ini, maka selesai apel pagi tersebut, Anggota Brimob yang beragama Kristen  mengadakan rapat bersama tokoh agama dan pemuka masyarakat setempat, yang beragama Kristen  dan Katolik, untuk membentuk Panitia Pembangunan Gedung Gereja. Komposisi Panitia Pembangunan Gedung Gereja yang terbentuk saat itu, antara lain :

Ketua Umum : Bapak P. Lopulalan (Anggota Brimob)
Wakil Ketua I : Bapak Sambiran (Anggota Brimob)
Wakil Ketua II : Bapak M. Anakotta (Anggota Brimob)
Sekretaris : Bapak E. Pudinaung (Anggota Brimob)
Bendahara : Bapak Mahulete
Seksi-Seksi :  
Seksi Bangunan : Bapak Pelamonia
    Bapak Keppy
    Bapak A. Nikijuluw
Seksi Dana : Bapak L. Hursepuny
    Bapak E. Laimeheriwa
    Bapak J. Lekerupy
Seksi Konsumsi : Ny. Uktolseya
    Ny. Latuheru
    Ny. Manina
    Ny. Pelamonia
    Ny. Lumenta

Get 30% off your first purchase

X